BUKU TAMU -------Klik Dibawah ini

cbox

I made this widget at MyFlashFetish.com.

Tampilkan postingan dengan label Ilmu Pelayaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Pelayaran. Tampilkan semua postingan

Cara Cepat Diterima Kerja Di Kapal Pesiar

Kamis, 05 Mei 2011

Di artikel ini saya akan memberikan trik dan tips  bekerja di salah satu perusahan kapal besar  Holland America Line atau yang terkenal dengan sebutan HAL, bagi yang sedang berburu pekerjaan di kapal pesiar tetap semangat dan yakin bahwa anda bisa dan mampu melalui berbagai macam testing di perusahan tersebut memang sulit dan susah sekali masuk ke perusahaan itu, tapi kalau kita tahu dan paham akan trik dan tipsnya terasa mudah, anda tidak usah mengeluarkan uang banyak seperti agen kapal lain, semangat key di HAL anda tidak dipungut biaya tapi anda hanya membayar uang pendidikan aja kurang lebih satu setengah bulan tapi ada juga satu bulan pendidikan langsung berangkat karena sekarang ini banyak membutuhkan crew khususnya di Hotel Dept yaitu housekeeping, biaya visa dan medical ceck up nanti juga diganti oleh agen tersebut asalkan bukti pembayarannya tidak hilang, hati-hati memilih agen kapal pesiar tidak sedikit banyak penipuan puluhuan juta dikeluarkan tapi tidak berangkat agennnya kabur dan alas an lainnya nanti saya akan berikan alamat dan situs agen HAL yang resmi, jangan mau kalau ada agen minta uang duluan ok..dulu di kapal ini karirnya susah harus bertahap tapi sekarang cepat karena ada program baru yaitu re-engenering dulu dari GPA ke Cabin steward harus melalui 3 tahap sekarang bisa 1 tahap langsung di promosi jadi cabin steward dengan syarat rajin bekerja dan memperlihatkan bahwa anda bisa bekerja dan yang paling penting on the section tidak pernah pagulung ini bahasa popular di HAL yaitu suka mencuri waktu kalau sudah ketauan pagulung jangan harap bisa di promosi dengan cepat karena anda akan diberikan PIN atau warning, nah sekarang  sudah siapkah anda untuk bekerja di luar negeri?

Trik dan tips sekarang persiapkan bahasa inggris baik itu grammer maupun conversation, pelajari telling picture yaitu nanti anda akan diperlihatkan gambar alat-alat housekeeping nanti anda disuruh menyebutkan dan fungsinya dengan bahasa inggris, kalau yang paham dan pintar bahasa inggris pasti mudah melalui ini tapi yang bahasa inggrisnya pas-pasan seperti saya mendingan belajar di rumah atau practice with your friend or family atau yang lebih baik kursus soalnya salah satu sayarat ke HAL yaitu mempunyai sertificate bahasa inggris dan pengalaman hotel min 1 tahun di bintang 4 atau bintang lima dari sekarang private dulu dech dan yang paling penting berdo’a ya. yang minat bekerja di kapal pesiar.Sebelumnya anda disuruh introduce your self sampai pengalaman bekerja, gampang kok asal kita ada kemauan disitu ada jalan ok..kemudian anda jangan kecil hati kalau gagal karena nanti akan di panggil lagi setelah 3 bulan, diberikan kesempatan sampai 3 kali kesempatan tes, tapi ingat ya yang harus diperhatikan yang lebih penting kesehatan percuma kalau tesnya lulus tapi ketika di medical check up tidak lulus ini di alami oleh teman saya yang sampai sekarng belum berangkat, usahakan alcohol berhenti dan merokok dari sekarang ok..ada triknya kalau nanti anda giliran tes medical ceck up 12 jam sebelumnya minum air dewegan (kelapa muda)dikupas dulu tapi batoknya jangan sampai bocor kemudian di rebus kurang lebih 1 jam dan diminum jangan lupa Bismillah dulu….sebenarnya banyak yang ingin saya terangin tapi berhubung sudah ngantuk abis shaur jadi ini mungkin yang saya gambarkan kepada teman-teman yang sekarang ingin bekerja di kapal pesiar, disana memang berat bekerja tapi disela-sela kesibukan kita bias jalan-jalan keliling amerika dan eropa bahwakan keliling dunia, pokoknya betah aja karena bias tahu negera lain, Shutle bus untuk crew sudah siapkan mau jalan-jalan kemana ayo…??asal ingat jangan harus tahu jam sailing kapal jangan sampai ketinggalan kalu ketinggalan didenda dan di pulangkan ..wasalam dech nangis Bombay..kok jadi curhat begini ya, nah teman-teman ini ada trik dan tip meghadapi Interview.
Interview adalah proses seleksi yang harus dilalui kebanyakan orang ketika melamar sebuah pekerjaan.Mungkin terasa agak susah.Setiap orang pasti akan merasa gugup jika akan mengahadapi interview, apalagi bila interview tersebut dengan principal dari luar indonesia. Normalnya perasaan gugup itu akan menghambat kita dalam proses interview tersebut jika kita tidak bisa menguranginya. Jika persiapan itu matang,fungsinya kita bisa mengontrol diri sendiri dan mempermudah kita untuk bisa menjawab semua pertanyaan dengan baik dan benar. Hal-hal yang perlu kita perhatikan adalah
1. Lakukan langkah persiapan dan tumbuhkan percaya diri.Usahakan untuk tidur tidur yang cukup agar nantinya kita terlihat fresh dan tidak loyo,karena terkadang terlalu banyaknya peserta interview memakan waktu yang cukup lama.
2. Buat sedikit catatan mengenai interview, dari mulai waktu, tempat, pakaian dsb.
3. Datanglah tepat waktu, usahakan tiba tidak kurang atau lebih dari 30 menit sebelum waktu wawancara, jangan sampai terlambat. Itu akan mencerminkan kedisiplinan dan kita lebih relax untuk persiapan interview!
4. Persiapkan segala sesuatunya sebelum berangkat, jangan sampai ada yang tertinggal
5. Sesuai dengan posisi yang anda lamar cobalah menulis dan melatih kemungkinan pertanyaan-pertanyaan yang mungkin muncul di saat interview,hal ini akan menambah kepercayaan diri kita untuk menjawab semua pertanyaan dengan baik dan benar.
6. Buat kesan yang baik pada saat interview.Berikan salam ketika memasuki ruang interview dan menjabat tangan sebelum dan sesudah interview untuk memberikan kesan yang ramah.
7. Jangan terlalu banyak berbicara, salah-salah justru anda yang jadi pewawancara.
8. Bersemangat dan berpikiran positif, tapi jangan terlalu over.
9. Usahakan komunikasi pada saat interview menjadi dua arah, jangan terlalu pasif kaya patung.
10. Jawablah pertanyaan dengan jelas.
11. Bawalah cadangan pas foto dan CV anda, kalau perlu uang cadangan lebih buat jaga-jaga ada sesuatu yang mendadak.
12. Tataplah mata pewawancara, dengan tatapan penuh semangat seolah-olah anda siap untuk bergabung bekerja.
13. Buatlah diri anda merasa nyaman selama interview.
14. Berikan jawaban yang jelas dan spesifik dan tidak terlalu berlebihan.
15. Anggap bahwa interview ini adalah pertemuan kencan anda, ini akan jauh lebih baik kan dari pada menjadi cemas dan tegang?
16. Cobalah bertanya jika ada yang tidak jelas pada saat interview
17. Jelaskan alasan anda berhenti atau pidah secara positif, jangan memberikan jawaban yang terlalu detail meskipun diminta.
18. Banyak-banyak berdo’a
itulah sedikit tips dalam mengahdapi interview,mudah-mudahan dapat sedikit membantu untuk menghilangkan rasa keraguan dan menimbulkan rasa percaya diri.
Dibawah ini salah satu syarat-syaratnya, bagi anda yang membutuhkan lowongan baik into Deck Engine maupun Hotel Dept, waitress,Assitant Steward Liddo,florist dan bamyak lagi lebih baik kunjungi situs resmi.
Please complete all of copies documents required as follows:
  1. Application letter should be written in English.
  2. Curriculum Vitae.
  3. Latest certificate endorsed by the school.
  4. Certificate of Job Training or Job Experience and English Course.
  5. Birth certificate.
  6. Family card (kartu keluarga) and ID card (KTP).
  7. Letter of good behavior from the police department (SKCK).
  8. Letter of permission to work with Holland America Line from parents/husband/wife affixed with Rp 6000 stamp duty.
  9. Recent color photograph 4 (four) pieces size 4 x 6 cm. ingat ini backrond photonya biru oke.
Disini ada salah satu contoh pada saat melamar ke SBI tapi sebaiknya jangan di tiru lebih baik bikin kreasi baru oke tapi kalau anda butuh contohnya silahkan download lengkap dengan Curuculum vitae

Istilah-Istilah Pada Perkapalan

Minggu, 24 April 2011

Actual Total Loss
adalah kerugian seluruhnya (karena barang pertanggungan (muatan) hilang atau musnah, contoh karena kapal terbakar, tenggelam), sehingga muatan tersebut sudah tidak dapat diselamatkan lagi  - Arief Syafei

AAAA 
Always Afloat Always Accessible. Istilah dalam Charter Party yang menyatakan bahwa kapal akan dioperasikan dalam keadaan selalu terapung dalam artian dioperasikan di perariran yang cukup sehingga kapal tidak kandas atau tenggelam, serta selalu dapat diakses dalam artian bisa didatangi dan dihubungi.
Amaluddin Latief

Aangifte van Inlading (A.v.I)
adalah pemberitahuan pemuatan (dokumen Pabean untuk melindungi muatan yang hendak dikapalkan)

Abaft 
buritan, di bagian belakang


Abandonmen
Abandonmen adalah penyerahan barang pertanggungan kepada penanggung, untuk mendapat penggantian kerugian penuh.


Aboard
Di (atas, dalam), berada di atas/dalam kapal, naik kapal


Abyss
Bagian dasar laut yang menyerupai jurang ngarai yang sangat dalam, biasanya berada dalam kedalaman 300 mil


Accommodation Unit / Floatel
Biasanya digunakan untuk menyelam atau seperti jackup (liat Jackup), dilengkapi dengan kabin, fasilitas makanan dan kantor yang mampu menampung hingga 800 personel konstruksi atau operator platform lepas pantai. Sebuah unit akomodasi biasanya juga dilengkapi dengan ruang kerja dan fasilitas penyimpanan.

Acte Van  Cessie 
adalah akta pemindahan hak; akta resmi


Ad Valorem
adalah muatan yang mempunyai nilai jual tinggi (muatan berharga).


Adiabatic
adalah gambaran dari sistem atau proses yang tidak mengalami kehilangan atau peningkatan panas yaitu, pada keadaan konstan (constant entropy) )


Adrift
Terapung-apung, hanyut terkatung-katung. Berada dalam kondisi terapung di laut saat angin betiup kencang dan pada saat pasang air laut, biasanya digunakan untuk menyebut orang yang tidak berada pada tempatnya; meninggalkan tempat kerja.


Advolarum Rates
 adalah tarif uang tambang yang berlaku dari pelabuhan utama ke pelabuhan utama lainnya.


Aframax 
Sebuah kapal tanker yang memuat minyak dengan berat mati 75.000-115.000 ton. Ukuran statistik ini digunakan untuk menjaga stabilitas ukuran dari �Aframax Tanker�, karena pada beberapa tanker berat matinya lebih dari 125.000 ton atau bahkan kurang dari 70.000 ton.


Against the sun
Pergerakan yang berlawanan dengan arah jarum jam. Tali yang kidal digulung dengan cara ini


AHTS
Anchor Handling Tug & Supply, kapal pengatur jangkar yang juga dikombinasikan dengan fungsi kapal suplai.

All Loss or Damage 
adalah kerugian apapun yang menimpa barang pertanggungan, menjadi beban penanggung

All Risk
adalah (dipertanggungkan semua) maksudnya asuransi yang menanggung semua jenis resiko. Bisa juga diartikan "Pertanggungan untuk semua jenis kerugian dan kerusakan namun tak termasuk kerusakan karena sifat barang sendiri, kehilangan kesempatan pasar dan risiko karena kerusuhan dan peperangan".

Alongside 
Berada di samping kapal, dermaga, atau tembok pelindung pelabuhan.

Altar
Tangga/undakan pada dry dock (galangan kapal), yang menuju tepi pantai atau bagian yang rendah

Ambient Temperatur
adalah suhu yang sama dengan suhu lingkungan.

Anchor Handling Tug (AHT)
Kapal yang membawa tugas tertentu untuk proses operasional di laut seperti memasang dan memindahkan jangkar, mengangkut alat-alat instalasi pengeboran bawah laut, dsb. Kapal tersebut juga dapat berfungsi ganda sebagai kapal pensuplay kebutuhan (Anchor Handling Tug & Supply / AHTS).

Anchor Ice
Es, dalam bentuk apapun, yang terdapat di laut dan dapat membahayakan kapal.

Angkutan Laut
adalah setiap kegiatan angkutan dengan menggunakan kapal untuk mengangkut penumpang, barang dan atau hewan dalam satu perjalanan atau lebih dari satu pelabuhan ke pelabuhan lain, yang diselenggarakan oleh perusahaan angkutan laut.

ANNUAL SURVEY
Inspeksi tahunan yang dilakukan oleh petugas khusus (biasanya dari class) untuk mengecek keadaan kapal.

Apeak
Kondisi dimana tali pengait pada jangkar telah dikaitkan dan dalam kondisi vertikal.

Arbritary Rates
 adalah tarif yang ditambahkan pada tarif yang telah dikenakan karena adanya penanganan-penanganan tambahan yang dilakukan terhadap muatan.

Area of Water Plane (AWP)
 adalah luas bidang air pada draft tertentu.

Asphyxiant gas
adalah gas yang memiliki, sedikit racun atau tidak ada racun sama sekali tetapi dapat mengakibatkan ketidaksadaran/ kematian, karena gas ini menghilangkan oxygen.

A-stay
Kondisi tali pengait jangkar pada saat bagian ujungnya yang bergerak kira-kira sama dengan sambungan bagian depan yang diam.

Athwart
Menyeberang. Transfer

A-trip
Kondisi dimana tali pengait jangkar akan segera putus dan menghantam dasar.

Avast
Permintaan untuk segera berhenti, berhenti dari sebuah aksi.

Average 
adalah kerugian yang timbul akibat dari kerusakan muatan

Awash
 Terendam air, diliputi ombak

B = Buoyancy = Centre Of Buoyancy
adalah titik tangkap dari semua gaya bouyancy; titik geocentris dari bagian/badan kapal yang terbenam di dalam air pada saat kapal tegak. Letak titik B berada pada Centre Line, apabila kapal miring letak titik B akan bergeser ke arah sisi rendah

Back Freight
adalah pembayaran kembali kepada kapal, karena kapal membawa kembali muatan ke pelabuhan asalnya

Bad Weather 
adalah cuaca buruk

Bale Capacity
adalah volume ruang palka dihitung dari floor sampai bawah deck beam dan antara kedua sisi dalam gading-gading (kayu bilah keringat). 

Ballast
adalah bahan pemberat yang dibawa untuk memperbaiki keseimbangan kapal

Buku Buku Yang Harus ada Di Kapal


a. Peta-peta laut yang diperlukan
b. Panduan bahari Indonesia (jilid I s/d II)
c. B.A Pilot yang diperlukan
d. List of Light (B.A dan Indonesia)
e. Tide & Stream Tables (B.A dan Indonesia)
f. Nautical Tables
g. Nautical Almanac
h. Star Charts/Identifies.
i. Admiralty Distance Tables
j. International Code of Signals

BUKU-BUKU LAIN YANG HARUS TERDAPAT DIKAPAL:

a. Journal
b. Logs (untuk radar, RDF, Gyro dll)
c. Kompas error Register book
d. Catalogue of Charts & Books (B.A dan Indonesia)
e. KUHD
f. Solas 1960 (collreg 1972)
g. Buku-buku ordonasi pelayaran di Indonesia
h. Ship’s Captain Medical Guide
i. Manual/Instuction books dari alat-alat atau pesawat-pesawat yang ada di kapal (radar, RDF, Gyro dll)
j. Buku meteorologi (incl. decodefications)

ALAT-ALAT NAVIGASI YANG HARUS TERDAPAT DI KAPAL:

a. Sextant
b. Chronometer
c. Binocular
d. Magnetic kompas
e. Radio direction finder
f. Echosounder & perum tangan
g. Topdal (kelvin)/sallog (eventual)
h. Barometer&barograaf
i. Termometer udara&air laut
j. Radar
k. Gyrokompas (aventual)
l. Daylight sequal lamp (aldis lamp)
m. Bendera semboyan international
n. Alat-alat menjangka peta
o. Alat-alat semboyan bahaya

4. Oleh nautical departement akan disupply buku-buku, alat-alat navigasi selengkap-lengkapnnya.
5. Pada peta-peta dikerjakan/koreksi perubahan-perubahan menurut B.P,I dan N.T.M
6. Di kamar peta harus terdapat daftar-daftar peta.
7. Pembelian peta-peta tambahan hanya dilakukan jika amat perlu dan dapat dibeli oleh nahkoda.

8 Universitas Termahal Di Indonesia Tahun 2011

Rabu, 20 April 2011


1. President University

Rata-rata biaya kuliah : Rp 25.000.000/semester

Total biaya kuliah : Rp 250.000.000

Berdiri tahun 2001. President University merupakan kampus bergaya internasional kedua di Indonesia. Tahun 2001 kampus ini merupakan sekolah tinggi teknik cikarang yang dimiliki oleh Jababeka Industry, namun perkembangannya membuat kampus ini menjadi universitas pada 2004. President University dikonsep oleh Bapak S. D. Darmono selaku Presiden Direktur PT Jababeka Tbk. dan Prof. Donald W. Watts selaku Presiden Universitas Bond (Queensland) dan Wakil Penasehat Universitas Curtin di Australia Barat.

2. Swiss German University (SGU)

Rata-rata biaya kuliah : Rp 24.000.000 – 28.000.000/semester

Total biaya kuliah : Rp 223.000.000 – 247.000.000

Berdiri tahun 2000. Kampus ini tadalah kampus bernuansa internasional pertama di Indonesia. Terletak di Bumi Serpong Damai (BSD) Tangerang. Terletak di suasana kompleks yang asri dan tenang membuat kampus ini terasa nyaman. Dari pengalamn saya dan rekan saya yang dulu pernah mendatangi kampus ini, saya banyak menemukan tenaga pengajar “bule” asli (berkulit putih) di kampus ini. Mungkin hal tersebut menjadi salah satu penyebab kampus ini mahal.


3. Universitas Pelita Harapan (UPH)

Rata-rata biaya kuliah : Rp 9.000.000 – 15.000.000/semester

Total biaya kuliah : Rp 130.000.000 – 200.000.000

Berdiri tahun 1996. Kampus yang terletak di Lippo Village Karawaci ini “disebut-sebut” memiliki kurikulum internasional dalam pengajarannya. Fasilitas adalah hal utama yang ditunjolkan dari kampus ini, seperti Sport Center, NBA Basketball Hall, Swimming Pool, Food Juction Square, bahkan Department Store juga tersedia di kampus ini. UPH kini diburu banyak calon mahasiswa karena status gengsi dan pamor. Untuk kualitas, UPH masih dalam tahap perkembangan.Setelah pamor kampus ini mencuat di dunia cetak maupun internet, selebriti mulai banyak kuliah dikampus ini, seperti Marcel Chandrawinata, Mishel Chandrawinata, Ben Kasyafani, Marshanda, dan lain-lain.


KATEGORI CUKUP MAHAL

4. Universitas Ciputra (UC)

Rata-rata biaya kuliah : Rp 9.000.000 – 16.000.000/semester

Total biaya kuliah : Rp 83.000.000 – 160.000.000

Universitas ini terbilang baru berdiri yaitu tahun 2006 silam. Namun pendirinya adalah Ciputra, salah satu tokoh di bidang arsitektur dan properti. Kampus ini memiliki motto menghasilkan lulusan world class enterpreneur. Untuk dikota seperti surabaya, biaya kuliah di kampus ini tergolong sangat mahal, bahkan lebih mahal dari UPH Surabaya sekalipun.

5. Universitas Trisakti (Usakti)

Rata-rata biaya kuliah : Rp 9.000.000 – 12.000.000/semester

Total biaya kuliah : Rp 90.000.000 – 120.000.000

Berdiri tahun 1965. Tentu anda sudah mengenal nama Trisakti. Kampus ini punya sejarah yang sudah lama. Terletak di kawasan grogol jakarta barat persis disebelah Universitas Tarumanagara. Sejak berdiri hingga tahun 1998 kampus ini menjadi primadona bagi calon mahasiswa karena difavoritkan. Akhirnya banyak juga anak-anak pejabat pemerintah yang menyekolahkan anaknya di Trisakti. Termasuk juga para selebriti Indonesia, seperti Nova Eliza, Bunga Citra Lestari, Imelda Therine, Christy Jusung, Zse Zse Shahab, Monita, Putri Titian, Nyctagina alias Jeng Kellin, dll. Namun setelah 1998, perkembangan Trisakti menurun diakibatkan banyaknya kampus baru yang bermunculan dengan tingkat persaingan yang ketat.


KATEGORI RELATIF MAHAL

6. Universitas Tarumanagara (UNTAR)

Rata-rata biaya kuliah : Rp 7.000.000 – 10.000.000/semester

Total biaya kuliah : Rp 65.000.000 – 120.000.000

Berdiri tahun 1959. Inilah tetangganya Trisakti. Selain bertetangga, ternyata juga sama-sama tergologn mahal. Suasana gedung kampus ini jauh lebih rapi dan mewah dibanding Trisakti. Untar juga merupakan salah satu kampus yang dimiliki oleh Ciputra dibawah Yayasan Tarumagara. Kampus ini menjadi favorit nomor satu bagi etnis tionghoa di Indonesia.

7. Universitas Bina Nusantara (BINUS)

Rata-rata biaya kuliah : Rp 6.000.000 – 9.000.000/semester

Total biaya kuliah : Rp 61.000.000 – 107.000.000

Berdiri tahun 1980. Pasti anda sudah familiar dengan nama Binus. Kampus yang terkenal dengan IT ini sangat populer belakangan ini, karena menjadi bahan perbincangan di dunia maya. Apalagi setelah nama Binus dimasukkan dalam peringkat situs kampus terbaik nomor 8 Se-indonesia tahun 2010 menurut webometrics. Bahkan Binus juga masuk 10 besar dalam 4icu (International College & University). Dulu biaya kuliah sangat murah, namun kini menanjak naik seiring popularitasnya. Binus juga memiliki memiliki 2 tipe kampus, Binus University di jakarta barat dan Binus International di senayan.

8. Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (UAJ)

Rata-rata biaya kuliah : Rp 3.000.000 – 10.000.000/semester

Total biaya kuliah : Rp 25.000.000 – 110.000.000

Berdiri tahun 1960. Kampus ini termasuk golongan relatif mahal, karena ada yang berbiaya sangat murah, namun ada yang sangat mahal. Atmajaya menjadi kampus favorit selain Trisakti dan Untar sejak dulu. Program studi favorit adalah Psikologi dan Kedokteran. Atmajaya adalah kampus swasta yang paling bersih dari gosip selama ini.

Pengertian Kontruksi Haluan Dan Buritan Kapal

Selasa, 19 April 2011


Konstruksi Haluan

Haluan sebuah kapal merupakan bagian yang paling besarmendapat tekanan dan tegangan-tegangan, sebagai akibat terjangan kapal terhadap air dan pukulan-pukulan ombak. Untuk mengatasi tegangan-tegangan tersebut, konstruksi haluan sebuah kapal harus dibangun cukup kuat dengan jalan :
1. Di depan sekat pelanggaran bagian bawah, dipasang wrangwrang terbuka yang cukup tinggi yang diperkuat dengan perkuatan-perkuatan melintang dan balok-balok geladak

2. Wrang-wrang dipasang membentang dari sisi yang satu ke sisi lainnya, dimana bagian atasnya diperkuat lagi dengan sebuah flens. Pada bagian tengah-tengah wrang secara membujur dipasang penguat tengah (center girder) yang berhenti pada jarak beberapa gading linggi depan.
3. Pada bagian di depannya, kulit kapal menjadi sedemikian sempitnya hingga tidak perlu dipasang penguat tengah lagi.
4. Gading-gading pada haluan, biasanya jaraknya lebih rapat satu sama lain. Pada jarak lebih 15 % panjang kapal terhitung dari linggi depan, gading-gading pada bagian bawah (deep framing) diperkuat, ( 20 % lebih kua) kelingannya lebih rapat, jugat pelat lutut antara gadinggading dengan kulit kapal dipertebal. Lajur-lajur di dekat lunas, pelatnya dipertebal

 Macam-macam Bentuk Haluan :



Kontruksi Haluan Kapal :






Bentuk-bentuk Buritan :








Keterangan :

b.1. Bentuk Eliptik.
b.2. Bentuk Jelajah (Cruiser) dengan kemudi imbang.
b.3. Bentuk Jelajah (Cruiser) dengan kemudi gantung.
b.4. Bentuk Balok Lintang (Transom)


Sebagai modifikasi dari bentuk-bentuk buritan yang ada maka terdapat 2 (dua) bentuk buritan lain masing-masing :
- buritan eliptika (eleptical stern)
- buritan rata (flat stern)


 Update :

konstruksi haluan kapal

haluan kapal adalah bagian depan kapal yang paling besar mendapat tekanan dan tegangan dari luar karena gerakan kapal yang menerjang ombak, konstruksi haluan kapal di buat untuk mengurangi tahanan kapal (ship resistance) pada saat kapal memecah ombak pada saat berlayar. konstruksi haluan kapal harus memenuhi persyaratan yang berlaku, adapun persyaratan dari konstruksi haluan kapal yaitu sebagai berikut :
  1. Di depan sekat pelanggaran bagian bawah, dipasang wrang-wrang terbuka yang cukup tinggi yang diperkuat dengan perkuatan-perkuatan melintang dan balok-balok geladak.
  2. Wrang-wrang haluan kapal dipasang membentang dari sisi yang satu ke sisi lainnya, dimana bagian atasnya diperkuat lagi dengan sebuah flens. Pada bagian tengah-tengah wrang secara membujur dipasang penguat tengah (center girder) yang berhenti pada jarak beberapa gading linggi depan.
  3. Pada bagian di depan haluan kapal, kulit kapal menjadi sedemikian sempitnya hingga tidak perlu dipasang penguat tengah lagi.
  4. Gading-gading pada haluan, biasanya jaraknya lebih rapat satu sama lain. Pada jarak lebih 15 % panjang kapal terhitung dari linggi depan, gading-gading pada bagian bawah (deep framing) diperkuat, ( 20 % lebih kua) kelingannya lebih rapat, jugat pelat lutut antara gadinggading dengan kulit kapal dipertebal. Lajur-lajur di dekat lunas, pelatnya dipertebal.
 ini dia gambar konstruksi penampang membujur haluan kapal

 gambar konstruksi haluan kapal

sedangkan yang ini gambar konstruksi haluan kapal penampang samping depan haluan kapal


jenis+jenis haluan kapal berdasarkan bentuk haluan kapal
  1. jenis haluan kapal tegak lurus (plumb bow)
  2. jenis haluan kapal miring (reaked bow)
  3. jenis haluan kapal miring II (reaked bow II)
  4. jenis haluan kapal gunting (clipper bow)
  5. jenis haluan kapal sendok ( spoon bow)
  6. jenis haluan meier kapal (meier bow )
  7. jenis haluan kapal pemecah es ( ice breaker bow)
  8. jenis haluan kapal berumbi /haluan bola(bulbous bow kapal)
 ini dia gambar konstruksi bulbous bow kapal
gambar konstruksi bulbous bow kapal

Untuk kapal yang dibuat pada masa sekarang, linggi haluan kapal yang lurus (dibuat dari besi batangan) sudah mulai ditinggalkan, terutama untuk kapal-kapal yang ukurannya relative besar. Karena membutuhkan efisiensi yang lebih tinggi dalam setiap gerakannya, usaha untuk itu adalah dengan memasang haluan bola (bulbous bow) atau linggi dibawah garis air muat yang berbentuk bola. Haluan bola ini dipasang sebagai usaha mengurangi tahanan gelombang yang terjadi karena gerak maju kapal.
Susunan konstruksi haluan bola dapat bervariasi, ada yng dibuat dari pelat tuang yang dilengkungkan atau pelat berbnetuk silindris yang dimasukkan kebagian depan kapal. Ketepatan berbagai hal, seperti perencanaan yang tepat, dan pemasangan adalah pokok segalanya. Selain itu, haluan bola merupakan perbaikan daya apung bagian depan kapal sehingga akan mengurangi anggukan kapal.
ya udah sampe disini dulu ya postingan saya tentang konstruksi haluan kapal


Konstruksi Buritan :

Bingkai baling-baling kapal modren umumnya terbuat dari bajabaja tuang yang dibentuk streamline atau kadang-kadang terbuat dari pelat baja berat yang dialas secara terpadu. Bentuk dan tipenya sangat bergantung sebagian besar dari jenis kemudi yang dipasang. Bagian buritan sebuah kapal konstruksinya hampir sama dengan dengan konstruksi di bagian haluan, dengan perbedaan bahwa tinggi susunan balok-balok geladak tambahan 2,5 meter, pelat-pelat yang menghubungkan ujung-ujung senta disebut “crutches“.
Bagian buritan diatas linggi kemudi, makin membesar untuk mana perlu diberi perkuatan khusus berupa sebuah tatanan yang disebut “ transom “ yang terdiri dari wrang yang kuat dan
berat (wrang penuh) yang mengikat secara kuat linggi kemudi, dan gading-gading melintang serta blok-blok geladak yang saling dihubungkan satu sama lain secara terpadu. Wrang ini disebut transom floor, gading-gading yang memperkuat daerah ini disebut transom frame dan balok-balok geladaknya disebut transom beam.






Demikian Terima kasih semoga Bermanfaat...
amien....

Transportasi laut


Transportasi laut adalah sebagai mobilitas manusia, barang dan jasa baik lokal, regional, nasional mauoun international.

Transportasi tediri dari tiga moda antara lain laut, udara dan darat.

Jasa industri angkutan menggunakan kapal laut merupakan jasa angkutan yang bergerak dalam pengakutan penumpang dan barang (cargo).

Dalam melakukan perdagangan intrnational dan domestik banyak pemilik barang (shipper) menggunakan jasa transportasi laut, hal ini di karenakan jumlah barang yang akan diangkut relatif dalam jumlah yang besar serta ongkos pengangkutannya relatif lebih murah jika dibandingkan dengan moda lainnya.

Di tahun ini telah berlaku AFTA (Asean Free Trade ) dimana Indonesia dituntut untuk bersaing dengan negara asia pada khususnya dan negara di luar asia pada umumnya dalam hal perdagangan internasional.

Adapun dalam meningkatkan perdagangan international banyak pihak yang terkait di dalamnya antara lain seperti eksportir, import, freight forwarding serta perusahaan palayaran yang juga ikut andil selaku perusahaan yang menawarkan jasa pengangkutan baik penumpang maupun barang.

Dalam melakukan proses pengangkutan barang pasti tidak terlepas dari kegiatan bongkar muat baik yang dilakukan di pelabuhan awal maupun yang dilakukan di pelabuhan tujuan dan kegiatan itu memerlukan biaya – biaya yang tidak sedikit dan tidak sedikit pula kendala – kendala yang dihadapi dalam melakukan proses pengangkutan tersebut.

Kegiatan bongkar muat merupakan salah satu kegiatan operasioanal di pelabuhan yang secara langsung berhubungan dengan kepentingan perekonomian.

Kelancaran arus barang merupakan hal yang sangat penting di perhatikan dalam kegiatan tersebut, bila karena alasan diatas terjadi pembengkakan biaya yang tinggi dalam penanganan bongkar muat suatu barang secara tidak langsung dapat berpengaruh terhadap peningkatan harga barang tersebut di pasaranDengan melihat kondisi yang demikian maka sangat perlu dilakukan perencanaan – perencanaan yang matang bagi barang yang akan diangkut, dibongkar maupun dimuat agar hasil yang diperoleh dapat maksimal serta menguntungkan bagi kedua belah pihak baik bagi pengguna jasa maupun si pemberi jasa itu sendiri, karena perencanaan yang matang merupakan awal dari kesuksesan suatu kegiatan.

Berdasarakan uraian diatas, maka penulis tertarik untuk mengakaji lebih dalam dan mengemukan dalam proposal skipsi dengan judul



“PERANAN PERENCANAAN PT. SARANA BANDAR NASIONAL CABANG TANJUNG PRIUK DALAM MENINGKATKAN PEMBONGKARAN MUATAN GENERAL CARGO TAHUN 2008”

Indentifikasi MasalahAdapun indentifikasi sementara atas masalah yang didapat oleh penulis adalah sebagai berikut :

a. Jumlah Tenaga bongkat muat kurang sedangkan muatan yang harus dibongkar / muat dalam jumlah yang besar.

b. Rendahnya kineja peralatan bongkar muat di karenakan kondisi perlatan yang sudah tua dan kurang terawat.

c. Kurangnya koordinasi antara perusahaan pelayaran / shipper dengan pihak perusahaan bongkar muat.

Pembatasan masalahPenelitian ini dilakukan pada PT. Sarana Bandar Nasional Cabang Tanjung Priuk dan berdasarkan indentifikasi masalah yang telah penulis uraikan diatas dan agar pembahasan tidak meluas maka penulis membatasi bahasan terhadap perhitungan jumlah muatan perkapal setiap hari di tambatan atau dikenal Ton Per Ship Hour At Berth (TSHB) dan sebagai sample, penulis mengambil 10 kapal milik PT. PELNI yang dijadikan sebagai objek penelitian.

Pokok permasalahanSejauh ini dalam melakukan proses bongkar muat, perencanaan yang dilakukan PT. Sarana Bandar Nasional belum sepenuhnya efektif dilaksanakan melihat kondisi suatu hal yang menghambat proses bongkar muat tersebut, dengan demikian dapat diutarakan permasalahannya adalah sebagai berikut :

a. Sejauh mana peranan perencanaan oleh PT. Sarana Bandar Nasional Cabang Tanjung Priok dalam pelaksanaan pembongkaran general cargo ?

b. Seberapa besar penyimpangan yang terjadi pada waktu pelaksanaan pembongkaran general cargo ?

c. Sejauh mana perusahaan mengambil langkah – langkah dalam menyelesaikan permasalan yang ada ?


Tujuan Dan Manfaat Penelitian1. Tujuan PenelitianSesuai dengan perumusan masalah yang penulis kemukakan maka dalam peneliatian ini mempunyai tujuan sebagai berikut :

a. Untuk mengetahui rata – rata muatan yang dapat di tangani selama kapal berada di tambatan.

b. Untuk membandingkan seberapa besar TSHB yang di rencakan dengan TSHB yang di capai oleh perusahaan.

c. Untuk mengetahui dan melaksanakan upaya – upaya apa saja yang harus di lakukan untuk mengatasi masalah yang ada.


Manfaat penelitianAdapun manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut :

a. Bagi PenulisUntuk mengetahui sejauh mana penulis mampu dapat menganalisis suatu data permasalahan yang akan diteliti dengan berbekal pendidikan yang selama ini, kemudian guna melengkapi salah satu syarat penilaian dalam mata kuliah seminar.

b. Bagi PT. PT. Sarana Bandar Nasional Cabang Tanjung PriokDi harapkan dapat di pergunakan sebagai bahan evaluasi yang dapat dijadikan landasan penelitian untuk menemukan cara atau gagasan baru sehingga dapat di upayakan pelakasanaan bongkar muat yang baik dan terencana.

c. Bagi Ilmu PengetahuanDiharapakan penelitian ini berguna bagi segenap civitas STMT TRISAKTI sebagai bahan informasi tentang pelaksaan perancanaan yang efektif dalam hal pelakasaan bongkar


Pengumpuulan Data Guna mendapatkan hasil pembahasan atas pokok permasalahan yang telah di kemukakan diatas, maka ada dua metode yang di pakai oleh penulis dalam mengumpulkan data untuk penulisan ini adalah :

a. Penelitian LapanganYaitu penelitian yang dilakukan dengan cara melakukan penelitian / survey di PT. Sarana Bandar Nasional Cabang Tanjung Priok sebagai objek yang akan di teliti, hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan data dan informasi yang diperlukan dalam penyusunan penulisan ini, adapun cara yang dilakukan sebagai berikut :

1) Observasi Langsung, yaitu teknik pengumpulan data dengan melakukan peninjauan ke objek penelitian dalam hal ini PT. Sarana Bandar Nasional Cabang Tanjung Priok sehingga data yang di kumpulkan benar – benar sesuai dengan keadaan yang sebenarnya pada saat penelitian berlangsung.

2). Wawancara,yaitu tehnik pengumpulan data dengan cara pengajukan pertanyaan kepada staf/karyawan PT.SBN Cabang Tanjung Priok kemudian jawaban-jawaban yang di peroleh tersebut dijadikan sebagai data dan informasi dalam penyusunan skripsi ini.b. Penelitian Kepustakaan (Lybrary Research)Yaitu cara yang dilakukan dengan cara pengumpulan data dari buku0buku ilmiah,litenatur, surat kabar dan bahan-bahan lain yang berhubungan dengan pembahasan materi dan terdapat dalam perpustakaan pada pengusaha skripsi ini.


Metode Analisa DataSedangakan atal yang digunakan untuk menganalisis data dan membahas perumusan masalah yang diteliti,penulis menggunakan alat analisis waktu pelayanan kapal khususnya waktu perhitungan di tambatan(TSHB) dan analisis perbandingan antara rencana dengan artikulasi yang disebut efektif.E. Sistematika Penulisan SkripsiUntuk mendapatkan gambaran singkat mengenai materi yang akan dibahas dalam penulisan skripsi ini,penulis menyusun sistematika penulisan sebagai berikut :

PendahuluanDalam bab ini berisi mengenai latar belakang masalah,rumusan masalah yang meliputi indentifikasi masalah, pembahasan masalah dan pokok permasalahan, tujuan dan manfaat penelitian,metodologi penelitian serta sistematika penulisan skripsi.

Landasan TeoriDalam bab ini berisi uraian tentang penelitian manajemen dan fungsi-fungsi manajemen, penelitian perencanaan, penelitian pelabuhan, peneltian kapal, penelitian bongkar muat dan ruang lingkup kegiatan serta metode analisa waktu pelayanan di tambatan
Gambaran Umum Perusahaan Bab ini menguraikan tentang sejarah singkat perusahaan,struktur oraganisasi PT. Sarana Nasional Cabang Tanjung Priok dan manajemen serta kegiatan usaha perusahaan.

Analisis dan PembahasanDalam bab ini menganalisis tentang pelayaran kapal di tambatan, menganalisis perbandingan Ton Per Ship Hour ar Berth yang direncanakan dengan aktualisasi, menganalisis penyimpanan antara THSB rencana degan aktualisasi serta upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah.

Kesimpulan dan SaranDalam bab ini memuat kesimpulan dan saran yang merupakan uraian singkat yang diambil dari pembahasan dan penelitian serta sumbangan pemikiran yang dapat dari hasil penelitian.

TUGAS DINAS JAGA KAMAR MESIN DI KAPAL

TUGAS DINAS JAGA KAMAR MESIN DI KAPAL

PENGERTIAN TUGAS JAGA MESIN YAITU :
seseorang atau sekelompok personil tugas jaga atau suatu periode tanggung jawab seorang perwira selama mana kehadiranya di kamar mesin merupakan keharusan atau tidak menjalankan tugas jaga.

TUJUAN TUGAS JAGA :
Tugas dinas jaga mesin adalah untuk mencapai keamanan dari mesin tersebut dan kapal sampai tujuan dengan selamat.

TANGGUNG JAWAB PERWIRA YANG MELAKSAKAN TUGAS JAGA MESIN:
wakil kepala kamar mesin dan terutama selalu bertanggung jwab untuk keselamatan dan efesiensi pengoperasian dari pemeliharaan mesin yang mempengaruhi keselamtan kapal dan juga bertanggung jawab dalam pemeriksaan, pengoperasian dan pengujian peralatan yang dibawah tanggung jwab tugas jaga kamar mesin.

PERATURAN SERAH TERIMA TUGAS JAGA:
  1. setengah jam perwira jaga dan oiler pengganti jaga, turun kamar mesin semua kita periksa, temp air pendingin, temp oil masuk n keluar serta dengan tekanan.
  2. periksa bahan bakar, LO, pump separator dan mesin kemudi.
  3. panel board, lampu indicator kita periksa.
  4. temperature gas buang setiap silinder.
  5. lihat log book setelah itu srah terima.
SYARAT PENGGANTI TUGAS JAGA:
  1. sehat jasmani dan rohani, tidak mabuk,.
  2. disiplin tepat waktu
  3. harus mempunyai sertifikat pelaut.
  4. dapat membaca jurnal kamar mesin
  5. tahu menghitung putaran ME s3lama menjalankan tugas jaga.
SEMUA ANGGOTA TUGAS JAGA MESIN HARUS MENGENAI TUGAS :
  1. menyiapkan ME untuk olah gerak.
  2. menjalankan motor dan pesawat bantu lainnya termasuk AE, pump separator, mesin kemudi dan jangkar.
  3. dapat berolah gerak.
  4. harus dpt start dan stop semua mesin
  5. harus dapat pararel generator
  6. harus dpat maintenance dan mengoperasikan mesin.
TUGAS JAGA OILER ;
  1. membantu masinis jaga
  2. meminyaki mesin yang bergerak
  3. mencatat temp dan tekanan air tawar maupun minyak lumas
IKUT MENYIAPKAN MESIN UNTUK BERLAYAR:
  1. membersihkan kamar mesin
  2. hal yang perlu disiapkan saat kapal bergerak
  3. check list engine
  4. warming up engine
  5. trial engine / percobaan mesin
  6. stand by ( tunggu perintah dari anjungan)
  7. running up/ full away
PERSIAPAN M/E DAN A/E PADA SAAT OLAH GERAK :
  1. parallel generator
  2. menghidupkan pump LO
  3. menghidupkan pump FW
  4. menghidupkan mesin kemudi
  5. isi service tank
  6. turning ME kurang lebih ½ jam
  7. mengisi bejana udara kurang lebih 30 kg/cm2
  8. coba mesin kemudi, telegraph ME
  9. menghidupkan pump air deck
  10. mghidupkan mesin jangkar atau capstan
  11. siap untuk olah gerak
PERSONIL TUGAS JAGA MESIN HARUS MEMENUHI SYARAT SESUAI SOLAS 74 :
  1. memiliki pengetahuan yg memadai ttg fungsi n cara kerja permesinan di atas kapal dan bagian terkait masing2
  2. mengerti prinsip kerja yang benar.
  3. memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam penanggulangan keadaan darurat dan pencemaran lingkungan laut.
PRINSIP TENTANG PELAKSANAAN TUGAS JAGA MESIN:
  1. perwira memastikan bahwa tugas jaga tetap di perhatikan
  2. tanggung jawab
  3. mengenai tugas masing-masing
ANGGOTA TUGAS JAGA MESIN HARUS MEMILIKI PENGETAHUAN TENTANG:
  1. system komunikasi internal
  2. rute meloloskan diri dari kamar mesin
  3. system tanda bahaya
  4. alat pemadam kebakaran
  5. penanganan kasus pada mesin tertentu
  6. siap mengadakan perubahan kecepatan dan haluan
  7. secepatnya ada dan siap menangani mesin.
PERINTAH DARI ANJUNGAN SIAP DI LAKSAKAN:
  1. KKM menjamin anggotanya dan selalu melakukan tugas pemeliharaan
  2. perhatian yang sungguh2
  3. bila dalam keadaan olah gerak menjamin mesin siap
  4. perwira tugas jaga mesin tidak boleh merangkap.
TUGAS-TUGAS JAGA DI PELABUHAN:
  1. kegiatan yang dilaksanakan bongkar muat, perbaikan, bunker, isi FW, permakan dll.
  2. pemimpin bagian masing2; mualim jaga dan masinis jaga.
  3. permesinan alat/apa yang beroperasi dan bila tanpa kegiatan permesinan ap yang sdang beroperasi atau yang di perbaiki serta bagaimana kondisinya.
  4. mengerti pengoperasian permesinan pada saat tugas jaga termasuk dalam keadaan darurat.
  5. mengetahui letak sarana penghubung/tngga/gang away,room door bila sandar( tangga monyet bila labuh jangkar)
  6. pengamatan periodic tetap dilaksanakn dan dilaporkan dalam jurnal jaga.
  7. pintu2 akses yang menujun tempat terbatas dan saran peringatan
  8. segera matikan dan amamnkan permesinan yang tidak digunakan lagi
  9. amati lingkungan perairan, apakah ada pencemaran minyak dan biala ada lakukan pencegahan secara memadai.
PERSYARATAN YANG DI PERHATIKAN DALAM PELAYARAN UMUM DAN PENGOPERASIAN PUMP BALLAST:
  1. perwira tugas jaga harus mengetahui kebutuhan2 perwira dek yang berkaitan dengan peralatan untuk bongkar muat dan keperluan tambahan untuk system ballast dan system pengaturan stabilitas.
  2. perwira tugas jaga harus selalu melakukan pemeriksaan setiap pump yang berjalan secara teratur untuk memastikan tidak ada kerusakan dan menjamin pump berjalan dengan normal.
JIKA KAPAL BERLABUH JANGKAR DI PERAIRAN TERBUKA:
  1. suatu tugas jaga mesin yang efesien selalu di laksanakan.
  2. pemeriksaan secara berkala selalu di laksanakan terhadap seluruh mesin penggerak dan mesin cadangan.
  3. ME dan AE di jaga tetap siap siaga sesuai dengan perintah dari anjungan.
  4. langkah untuk pencegahan pencemaran laut oleh kapal terus di lakukan dan bahwa pengaturan pencegahan pencemaran selalu di patuhi.
  5. semua system pengendalian kebakaran dan pencemaran selalu siap.
APA YANG HARUS DI SIAPKAN OLEH KEPALA KAMAR MESIN DALAM RENCANA PELAYARAN (voyage planning):
  1. tahap perdiapan semua mesin.
  2. tahap pemilihan rute.
  3. tahap perencanaanjam berangkat.
  4. tahap pelaksanaan dan monitoring.
  5. rencana pelayaran.
JAGA PELABUHAN;
Pada umumnya jam jaga pelabuhan dilaksanakan sesuai kesepakatan perwira kapal yang intinya harus ada salah satu perwira dek dan mesin. Serta anak buahnya yang sewaktu2 siap/mampu untuk melaksanakan olah gerak kapal bila di perlukan.

LANGKAH-LANGKAH YANG DI LAKUKAN MASINIS JAGA PADA SAAT SERAH TERIMA JAGA:
  1. memastikan bahwa masinis pengganti mampu melaksakan tugas yang secara efektif.
  2. memberitahukan kondisi/keadaan kamar mesin antara lain.
  3. perintah harian dan petunjuk khusus dari KKM.
  4. sifat pekerjaan yang dilakukan pada mesin dan system di dalam kapal.
  5. ketinggian dan kondisi air/kotoran dalam got, tangki ballast, tangki air tawar dll.
  6. ketinggian dan kondisi BB dalam tanki harian/endapan.
  7. mengisi buku harian kamar mesin.

TUGAS-TIGAS YANG DI LAKSANAKAN SLAMA TUGAS JAGA MESIN:
  1. perwira tugas jaga mesin harus menjamin bahwa pengaturan tugas jaga dilakukan tetap dipertahankan dan bahwa para bawahan yang ambil bagian dalam tugas jaga mesin ikut membantu pengopersian mesin penggerak dan mator bantu secara aman dan efektif.
  2. perwira tugas jaga mesin harus terus bertanggungjawab atas pengoperasian kamar mesin waalaupun ada KKM.
YANG HARUS DI LAKUKAN OLEH KKM BILA DALAM PELAYARAN SALAH SATU PERWIRA MESIN TIDAK DAPAT MELAKSAKAN TUGAS JAGA:
  1. apabila dalam pelayaran salah satu perwira mesin tidak dapat melaksanakan tugas jaga yang bersangkutan harus memberitahukan kepada KKM agar nantiny perwira yang tidak dapat melaksanakan tugas dapat digantikan sementara atau masinis yang lain atas perintah KKM.
  2. jika pada saat penyerahan tugas jaga mesin atau dek suatu kegiatan penting sedang dilakukan, maka kegiatan tersebut harus di selesaikan oleh perwira pengganti jaga dengan diberi tahu oleh perwira pengganti bila mungkin perwira yang digantikan ikut membantu sampai selesai.
PERSIAPAN OHN (one hour notice) PADA SAAT KAPAL AKAN  BERANGKAT MENINGGALKAN PELABUHAN:
  1. menjalankan generator sekaligus parallel dengan generator yang lain untuk menambah daya listrik.
  2. periksa tanki BBM, expansi air tawa pendingin, tambah bila kurang.
  3. periksa tekanan udara start bertekanan 30kg/cm2, isi bila kurang.
  4. periksa jumlah kondisi minyak lumas dalam LO sump tank, tambah bila kurang.
  5. jalankan pompa minyak lumas untuk priming.
  6. jalankan turning gear lebih kurang 30 menit .
  7. laukukan blow off dengan udar start.
  8. tutup kran indicator.
  9. bila memungkinkan, coba mesin maju mundur dengan koordinasi sama mulaim jaga.
  10. bila semua sudah siap dan tidak ada masalah siapkan telegraph posisi standby engine.
PERSIAPKAN OHN PADA SAAT KAPAL TIBA:
  1. siapkan formulir check list sebelum tiba.
  2. jalankan generator sekaligus paraleldengan generator yang lain untuk menambah daya.
  3. periksa tekanan udaraa start dalam botol angin.
  4. selanjutnya menunggu perintah dari anjungan.
  5. setelah olah gerak selesai masinis jaga tidak segera meninggalkan kamar mesin.
  6. buka kran indicator untuk blow up ME.
  7. turning gear selama lebih kurang 30 menit.
  8. matikan pompa yang tidak di perlukan.
PRINSIP OLAH GERAK (langkah-langkah mempersiapkan mesin induk meninggalkan kapal):
  1. warning up (pemanasan mesin induk)
  2. trial engine (menoren mesin induk)
  3. standby
  4. running up/full away.
WARNING UP ( pemanasan mesin induk):
  1. menjalankan kedua diesel engine generator
  2. menjalankan ketel uap.
  3. menjalankan sirkulasi air laut pendingin ( sea water).
  4. menjalankan sirkulasi air tawar pendingin cylinder (jaket cooling fresh water)
  5. memeriksa jumlah bahan bakar di tiap2 tanki
  6. menjalankan sirkulasi pelumasan stren tube.
TRIAL ENGINE:
  1. membuka katup udara start utama (main starting air) dan tabung udara start di cerat.
  2. mematikan motor turning.
  3. melepas handle dari roda gila.
  4. posisi remot di pindah dari C/R ke W/H.
  5. di lakukan pengetesan kemudi darurat.
STANDBY:
  1. menunggu perintah dari anjungan
  2. siap melakukan perubahan kecepatan
  3. memperhatikan kondisi bejana udara start.
RUNNING UP (FULL AWAY):
  1. mematikan salah satu diesel generator
  2. menutup udara start utama
  3. mematikan salah satu compressor
  4. mengganti bahan bakar dari MDO dan MFO
  5. menerima petunjuk khusus dari KKM
STANDAR DINAS JAGA:
  1. fitness (kebugaran) untuk bertugas.
  2. dalam periode 24 jam (sehari) paling sedikit 10 jam waktu untuk istrahat dua periode istrahat tidak kurang dari 6 jam.
  3. bila dalam keadaan darurat/sedang latihan aturan diatas tidak diikuti.
  4. periode istrahat 10 jam sehari tersebut dapat di kurangi menjadi 6 jam asal tidak boleh lebih dari 2 hari.
  5. sertifikasi.
  6. rencana pelayaran.
PRINSIP TENTANG PENGATURAN TUGAS JAGA MESIN:
  1. komposisi harus memadai.
  2. kriteria yang perlu mendapatkan pertimbangan;
  3. Jenis kapal, jenis permesinan dan kondisi permesinan
  4. Pengawasan mesin
  5. Pengaruh kondisi cuacaburuk, perairan dangkal dan kondisi darurat.
  6. Kualifikasi dan pengalaman petugas jaga mesin
  7. Keselamatan jiwa, keselamatan kapal dan muatan serta keselamatan pelayaran
  8. Adany peraturan intenasional, nasional dan peraturan setempat yang perlu mendapat perhatian.
  9. Menjaga pengoperasian.
PENGETAHUAN YANG HARUS DIMILIKI OLEH PETUGAS JAGA MESIN SELAIN TUGASNY MASING-MASING :
  1. Penggunaan system komunikasi internal.
  2. Rute meloloskan diri dari kamar mesin
  3. System tanda bahaya kamr mesin dan harus mampu membebaskan antara berbagai system tanda bahaya yang ada dengan referensi khusus tanda bahaya kebakaran.
  4. Jumlah, letak dan jenis2 alat pemadam kebakaran dan alat pengendali kerusakan dalam kamar mesin berdama dengan penggunaanya dan berbagai kemacetan untuk keselamatan yang harus di perhatikan.
PROTECTION OF MARINE ENVIROMENT SEBAGAI SEORANG DINAS JAGA :
  1. Semua petugas jaga harus memahami dan menyadari sepenuhny akibatyang timbul akibat apabila terjadi pencemaran.
  2. Harus mengambil setiap tindakan pencegahan terhadap terjadiny pencemaran.
  3. Tindakan pencegahan mengacu pada peraturan internasional yang berlaku.

Sistem Penutupan Palkah Kapal Container

Sistem Penutupan Palkah Kapal Container


Pada umunya sistem penutupan palkah pada kapal container  memiliki system yang sama dengan kapal cargo yang lainnya yakni menutup lubang palkah yang ada pada kapal.
Perbedaan system penutupan palkah pada kapal container dengan kapal kargo yang lainnya yaitu terdapat pada bahan atau material yang digunakan sebagai penutup palkah. Hal ini dikarenakan pada umumnya owner (pemilik kapal ) menginginkan pada bagian atas dari penutup palkah ini dapat digunakan untuk penempatan peti kemas (container) yang mana dapat memaksimalkan penggunaan ruang muat sehingga apabila pada ruang muat sudah terisi penuh oleh peti kemas maka owner (pemilik kapal) bisa meletakkan container diatas penutup lubang  palkah.
Pada umunya kapal jenis ini memiliki lubang palkah yang cukup besar dengan batas minimal adalah sama dengan ukuran dari peri kemas agar saat bongkar muatnya kapal-kapal tersebut mampu melakukan dengan mudah.
Ada beberapa macam sistem penutupan palkah yang biasa digunakan pada kapal kontainer, diantaranya :

1. Hidraulic Folding Hatch Covers
    Sistem penutupan ini merupakan solusi ideal untuk kapal yang memiliki palkah panjang, ruangan penyimpanan yang pendek untuk papan penutup palkah, dan pengoperasian eksternal. Sistem ini dioperasikan dengan silinder hidrolik dan crocodile arm.
Keuntungan dari penutup palkah ini adalah :
  • Lebih cepat dalam membuka atau menutup dibandingkan dengan penutup palkah lainnya.
  • Penutup palkah dapat menutupi seluruh bagian palkah pada kapal (tidak ada sekat yang menghalangi).
  • Lebih mudah dikendalikan (khususnya pada cuaca buruk).
      Keuntungan dari penutup palkah ini adalah :
  • Memerlukan banyak biaya tambahan.
  • Sistem hidraulik yang mudah rusak.
  • Mudah rusak disebabkan oleh derek (crane) pelabuhan karena penempatannya yang terlalu tinggi.
 
 2. Single Flap Hatch Covers
   Sistem ini dapat digunakan untuk menyuplai kontainer yang memiliki panjang lebih dari 40 ft.
 
Cara kerja sistemnya adalah penutup palkah dibuka dan ditutup secara vertikal dengan menggunakan pompa hidrolik.
3. Lift-On Lift-Off Hatch Covers
 
        Sistem ini baik untuk mengakomodasi muatan kontainer yang lebih besar. Cara kerjanya adalah penutup palkah dibuka dengan menggunakan crane kemudian penutup palka yang telah diangkat tadi ditumpuk di atas penutup palka lainnya.keuntungan dari sistem ini adalah Penutup palka dapat dibuka sesuai dengan keperluan.
 
4. Piggy Back Hatch Cover
     Cara lain dalam membuka dan menutup palkah adalah dengan menggeser penutup palkah ke haluan dan ke buritan (fore-and-aft rolling pontoon system) yang disebut dengan Piggy Back. Sistem kerjanya adalah dengan mengangkat salah satu penutup palkah dengan pompa hidraulik dengan tinggi tertentu kemudian digeser ke penutup palkah yang lain sehingga penutup palkah yang berada di bawah (lower cover) pada nomer 1 tertutupi oleh penutup palkah yang diangkat tadi (upper cover) pada nomer 2 kemudian kedua penutup palka itu ditumpuk dan digeser dengan penggerak elektrik yang berada di bawah pontoon.

5. Open Cargo Holds (No Hatch-covers)
   Beberapa kapal kontainer memiliki palkah (hold) namun tidak memiliki penutup palkah (hatch-covers) kapal ini sering disebut open-hatch-ships. Pada umumnya, palkah dilengkapi dengan pompa pada lambung kapal untuk menanggulangi air yang masuk ke dalam palka. Air yang masuk pada umumnya bukan karena gelombang yang besar namun terlebih pada hujan.


Sextant Peralatan Navigasi

Senin, 18 April 2011


Sextant and it's Errors

Make sure you use the shades on the sextant when looking at the SUN
When taking a bearing in an Oral Exam, make sure you push the shades away so you can see the object (but not the SUN)
Remember the initials (PSI) the same initials that's on Sub-aqua diving bottles
(P) Perpendicular Error - (1st Error)
(S) Side Error - (2nd Error)
(I) Index Error - (3rd error)

Now remember the letters that go with it
(PI) Perpendicular error - is when the (Index) glass is not perpendicular to the plane of the instrument
(SH) Side Error - is when the (Horizon) mirror is not perpendicular to the plane of the instrument
(I - H - I) Index Error - is when the (Horizon) mirror and the (Index) glass are not parallel to each other

(Q) What does (Perpendicular) mean?
(a) 090 degrees
If asked to find if there is an error in the sextant then do the following
(1st Error)
Set the Index bar between 30 and 40 degrees, hold the sextant horizontally with the arc furthest away from you, look into the index glass with the sextant tilted to a small angle, check if the true and reflected arcs are in line
If they are not in line then adjust the screw on the index glass (The index glass has only one screw)

(2nd Error)
Set the index bar at ZERO, hold the sextant nearly horizontal, look into the eye piece to see if the true and reflected arcs are in line
If they are not in line then adjust the screw nearest the plane of the instrument on the horizon mirror (There are two screws on the horizon mirror, use the one nearest the base of the sextant)

(3rd Error)
Set the index bar to ZERO, hold the sextant vertically, look into the eye piece to see if the true and reflected arcs are in line
If they are not in line then adjust it with the screw furthest away from the base of the sextant on the horizon mirror or adjust the vernier wheel
If it's ON the ARC then subtract it from your final bearing
If it's OFF the ARC then add it to your final bearing
most captains will expect you to read the vernier wheel to see what the index error is

To find the distance your off a land object (Usually a lighthouse) you would find the height of it on the chart, find the angle from the base to the top of the lighthouse allowing for any errors, and go into "NORRIES TABLES" and find out the distance in the chapter "Distance by vertical angles"

A sextant is used to find vertical and horizontal angles, it was first used to find the ships position by aligning up the sun with the horizon and by knowing the time of day you could find the Latitude on a chart
To find the longitude they needed an accurate time-keeping clock, the chronometer was the answer for this as it kept real accurate time, now they can do it using nautical tables and trigonometric sight reduction tables to find the longitude by using the Sun, moon or any one of 57 visible stars

SEXTANT
Pengertian
Alat navigasi di laut yang digunakan untuk mengukur ketinggian benda-benda langit di atas cakrawala agar dapat menentukan posisi kapal. Sextant pada umumnya berbentuk segitiga dimana salah satu kakinya berupa busur. Dibawah ini merupakan gambar sextant serta bagian – bagiannya
Pada dasarnya sextant terdiri dari sebuah teleskop, cermin separuh yang dilapisi perak dan sebuah lengan ayun yang memiliki cermin indeks.Untuk menentukan keakuratan suatu sextant maka dilakukan pengaturan oleh sekrup pada mikrometernya. Nilai yang terdapat pada bagian kaki sextant adalah dari 0 sampai dengan 60 derajat. Prinsip Kerja Sextant
1. Sudut datang sama dengan sudut pantulan, maksudnya cahaya yang datang akan dipantulkan dengan sudut yang sama pada cermin datar.
2. Sudut antara cahaya datang dengan sudut pantulan terakhir adalah sama dengan dua kali sudut yang ada diantara kedua cermin, hal ini terjadi bila cahaya dipantulkan dua kali pada bidang datar yang sama oleh dua buah cermin.
Perhitungan Ketinggian Benda LangitUntuk memperoleh hasil pengukuran tinggi benda langit dalam menghitung posisi pengamat harus dilakukan pengkoreksian supaya untuk memperoleh sudut ketinggian yang sesungguhnya.Terdapat beberapa hasil pengukuran tinggi benda langit diatas visible horizon yaitu :
1. Observer Visible Horizon, merupakan cakrawala yang terlihat dari mata pengamat dilaut dimana seorang pengamat berada pada ketinggian mata 30 kaki diatas permukaan laut yang memiliki jarak 6.5 mil.
2. Sensible Horizon, Dimana ketinggian mata pengamat dan tegak lurus terhadap garis maya vertikal pengamat.
3. Rational Horizon, merupakan bidang paralel dengan sensible horizon dan tegak lurus terhadap garis maya yang ditarik dari pusat bumi menuju posisi pengamat.
4. Dip, sudut yang dibentuk antara visible horizon dengan sensible horizon. Dip mempunyai besaran yang merupakan penyesuaian pada posisi ketinggian mata dari permukaan air laut.
5. Sextant Altitude , adalah ketinggian suatu benda angkasa yang diukur dengan sextant oleh pengamat, besar sudutnya dibentuk antara visible horizon dengan benda angkasa
6. Observed Altitude, Sextant Altitude yang telah dilakukan pengkoreksian terhadap kemungkinan adanya index error
Pada saat melakukan pengukuran ada kemungkinan kesalahan utama yang terjadi dalam pada sextant, tetapi hal itu dapat dikoreksi. Kesalahan yang sering terjadi pada sextant yaitu :
1. Side Error, merupakan kesalahan yang disebabkan oleh ”horizon glass” tidak benar-benar tegak lurus dengan bidang datar sextant tersebut. Bila posisi ”horizon glass” tegak lurus , maka obyek dan refleksinya akan berada pada satu garis lurus. Untuk mendeteksinya maka posisikan lengan ayun pada titik 0 dan pegang sextant secara miring, selain juga cara lain mendeteksi kesalahan tersebut adalah dengan memutar tuas micrometer secara maju mundurdisekitar angka 0 derajat sambil melihat pada benda angkasa.
2. Perpendicularity, kesalahan ini terjadi pada bagian ”index glass/mirror” tidak benar-benar tegak lurus dengan bidang datar sextant tersebut. Kesalahan ini dapat dikoreksi dengan memutar ”sekrup pengatur” yang berada di belakang ”index glass” sampai busur tersebut nampak segaris dengan refleksinya sendiri. Untuk mendeteksinya lakukan tes dengan cara memegang sextant secara horizontal sejauh lengan kita dengan busur pada sisi jauh, kemudian geser letak lengan ayunannya sejauh kurang lebih 35 derajat, apabila pada index glass sudut yang dibentuknya kecil maka keselahan tersebut adalah perpendicularity.
3. Error of parallelism, disebabkan karena posisi index glass dan horizon glass tidak parallel satu dengan lainnya pada saat posisi lengan ayun berada di angka 0 derajat. Cara mendeteksinya yaitu dengan cara meletakan lengan ayunan pada sudut 0 derajat, memegang sextant dengan posisi vertikal dan mengamati cakrawala. Untuk melakukan koreksi pada parallelism gunakan sekrup yang terletak paling dekat dengan bidang kerangfka sextant. Apabila horizon nyata dan refleksinya tidak berada ada dalam satu garis maka untuk melakukan pengaturan selanjutnya adalah dengan cara menggunakan sekrup kemudian lakukan pengaturan yang berada dibalik horizon glass.
Sumber Pustaka

Apakah Yang Dimaksud Dengan Pelabuhan


PENGERTIAN-PENGERTIAN

Pelabuhan:
Adalah "tempat yang terdiri dari daratan dan perairan di sekitarnya dengan btas-batas tertentu dengan batas-batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan ekonomi yang digunakan sebagai tempat bersandar,berlabuh, naik turun penumpang dan/bongkar muat barang yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang pelabuhan serta sebagai tempat perpindahan mitra dan antar moda transportasi." (UU no 21 Tahun 1992 Bab I Pasal 1).

Kepelabuhanan:
Adalah "meliputi segala sesuatu yang berkaitan dengan penyelenggaraan pelabuhan dan kegiatan lainnya dalam melaksanakan fungsi pelabuhan untuk menunjang kelancaran, keamanan dan ketertiban arus lalu lintas kapal, penumpang dan/atau barang, keselamatan berlayar, serta tempat perpindahan intra dan/atau antar moda". (UU no 21 Tahun 1992 Pasal 1).



FUNGSI PELABUHAN

1. Gateway
Sebagai gatewaw (Pintu Gerbang) suatu negara atau daerah, karena suatu kapal dapat memasuli suatu negara/daerah melalui pelabuhan negara atau daerah yagng bersangkutan.
2. Interface
Pelbuhan berfungsi sebagai interface (penghubung), makudnya bahwa plabuhan dengan segala fasilitasnya yang tersedia dapat melakukan kegiatan pemindahan muatan dari angkutan laut (kapl) keangkutan darat atau sebaliknya.
3. Link
Pelabuhan berfungsi sebagai link (mata rantai), maksudnya adalah bahwa pelabuhan merupakan mata rantai dari proses transportasi (pengangkutan) muatan dari daerah produsen (asal barang) sampai kedaerah penerima atau konsumen.
4. Industry Entity (Estate/Zone)
Pelabuhan sebagai industry entity (kawasan industri), masudnya adalah karena perubahan mrupakan lingkungan kerja yang bersifat dinamis, maka penyediaan berbagai fasilitas pelabuhan perlu dikembangkan termasuk fasilitas untuk industri, terutama industri yang ada hubungannya dengan perkapalan dan transportasi laut lainnya.



JENIS-JENIS PELABUHAN

A. Ditinjau dari segi penggunaanya:
1. Pelabuhan yang terbuka untuk perdagangan luar negeri
2. Pelabuhan yang tidak terbuka untuk perdagangan luar negeri

B. Ditinjau dari segi jenis penyelenggaraannya
1. Pelabuhan Umum, yang diselenggarakan oleh Pemerintah atau Badan Usaha Pelabuhan.
a. Pelabuhan Umum yang diusahakan
b. Pelabuhan umum yang tidak diusahakan
2. Pelabuhan Khusus, yang diselenggarakan dan dioprasikan oleh suatu Badan Hukum Indonesia, yang digunakan untuk melayani kegiatan sendiri guna menjamin kegiatan tertentu, misalnya: Pelabuhan Perikanan, Pelabuhan Krakatau Steel di Cilegon-Banten.



FASILITAS PELABUHAN

1. Fasilitas Infrastruktur
Adalah fasilitas dasar yang digunakan untuk melayani kapal-kapal seperti alur pelayaran dan sarana bantu Navigasi, kolam pelabuhan, break-water,dermaga/tambatan dan lahan pelabuhan,dsb.
2. Fasilitas Suprastruktur
Adalah fasilitas dan peralatan tambahan yang digunakan untuk kelncaran penanganan barang muatan muatan kapal di pelabuhan, seperti sudang/lapangan penumpukkan,peralatan bongkar muat,jaringan jalan, dsb.



TIPE MANAJEMEN PELABUHAN

1. Tipe Landlord Port
Pengelola Pelabuhan (Badan Pemerintah) menyediakan fasilitas dasar kepelabuhan (Infrastruktur) kemudian menyeakan kepada Operator Terminal. Para Operator Terminal ini melengkapi Fasilitas Tambahan (Suprastruktur) sekaligus pelaksana bongkar muat, cargodoring, storage dan receiving/delivery.
2. Tipe Tool Port
Pengelola Pelabuhan terdiri dari Badan Pemerintah,menyediakan Fasilitas Dasar dan Tambahan (Suprastruktur), kemudian menyewakan kepada Operator Terminal untuk melaksanakan bongkar muat,cargodoring,storage dan receiving/delivery.
3. Tipe Operating Port
Pengelola pelabuhan (Badan Pemerintah), selain menyediakan fasilitas dasar dan tambahan juga sekaligus sebagai pelaksana operator pelabuhan, yang melaksanakan kegiatan bongkar muat, cargodoring, storage dan receiving/delivery.



INSTANSI YANG TERKAIT DI PELABUHAN

A. Instansi Pemerintah:
1. Bea dan Cukai
yang bertugas melakukan pengawasan dan pemeriksaan barang yang keluar masuk pelabuhan.
2. Imigrasi
yang bertugas untuk melakukan pemeriksaan administratif terhadap Crew List, Paspor anak buah kapal (ABK).
3. Karantina Kesehatan/Tumbuhan
yang bertugas untuk melakukan pengecekan administratif dan fisik di kapal terhadap kesehatan anak buah kapal (ABK), penumpang dan muatan dalam rangka memastikan ABK/penumpang kapal dan muatan dalam keadaan sehat atau tidak mengandung penyakit atau hama yang menular.
4. Keamanan dan Ketertiban
Terdiri dari unsur POlri dubantu KPLP.
5. Syahbandar
Yang bertugas mengawasi keselamatan pelayaran.
6. Administrator Pelabuhan
yang bertindak sebagai koordinator pelaksana fungsi pemerintaha dipelabuhan

B. Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
yaitu PT.(Persero) pelabuhan Indonesia, sebagai penyedia dan pengelola jasa kepelabuhanan.

C. Instansi Swasta
Sebagai pengguna jasa kepelabuhanan, misalnya: Perusahaan Pelayaran, Perusahaan Bongkar Muat (PBM), Perusahaan Ekpedisi Kapal Laut (EMKL) dsb.

Update : silakan Pilih Mana Yng lebih Benar :

MENURUT PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NO. 69 TAHUN 2001 PELABUHAN ADALAH :

Tempat yang terdiri dari daratan dan perairan disekitarnya dengan batas-batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan ekonomi yang dipergunakan sebagai tempat kapal bersandar, berlabuh, naik turun penumpang dan / atau bongkar muat barang yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang pelabuhan serta sebagai tempat perpindahan intra dan antar moda transportasi.

BEBERAPA DEFINISI DALAM PENGUSAHAAN PELABUHAN :
A. Pelabuhan Umum :
Adalah pelabuhan yang diselenggarakan untuk kepentingan pelayanan masyarakat umum.

B. Pelabuhan Daratan :
Adalah merupakan suatu tempat tertentu di daratan dengan batas-batas yang jelas, dilengkapi dengan fasilitas bongkar muat, lapangan penumpukan dan gudang serta prasarana dan sarana angkutan barang dengan cara pengemasan khusus dan berfungsi sebagai pelabuhan umum.

C. Pelabuhan Khusus :
Adalah pelabuhan yang dikelola untuk kepentingan sendiri menunjang kegiatan tertentu.

D. Penyelenggara Pelabuhan Umum :
Adalah unit pelaksana teknis / satuan kerja pelabuhan atau Badan Usaha Pelabuhan.

E. Pengelola Pelabuhan Khusus :
Adalah pemerintah, pemerintah propinsi, Pemerintah Kabupaten/ kota atau Badan Hukum Indonesia yang memiliki izin untuk mengelola pelabuhan khusus.

F. Daerah Lingkungan Kerja Pelabuhan :
Adalah wilayah perairan dan daratan pada pelabuhan umum yang dipergunakan secara langsung untuk kegiatan kepelabuhanan.

G. Daerah Lingkungan Kepentingan Pelabuhan :

Adalah wilayah perairan disekililing daerah lingkungan kerja peraiaran pelabuhan umum yang dipergunakan untuk menjamin keselamatan pelayaran.

JENIS- JENIS PELABUHAN

PELABUHAN MENURUT KEGIATANNYA TERDIRI DARI PELABUHAN YANG MELAYANI :

  1. Angkutan laut yang selanjutnya disebut pelabuhan laut.
  2. Angkutan sungai dan danau yang selanjutnya disebut pelabuhan sungai dan danau.
  3. Angkutan penyeberangan yang selanjutnya disebut pelabuhan penyeberangan.
PELABUHAN MENURUT PERANNYA MELIPUTI :
  1. Simbol dalam jaringan transportasi sesuai dengan hirarkinya.
  2. Pintu gerbang kegiatan perekonomian daerah, nasional, dan internasional.
  3. Tempat kegiatan alih moda transportasi.
  4. Penunjang kegiatan industri dan perdagangan.
  5. Tempat distribusi, konsolidasi dan produksi.
BERDASARKAN LETAK GEOGRAFIS :
  1. Pelabuhan pantai, yaitu pelabuhan yang terletak di tepi pantai, misalnya pelabuhan Makassar, Balikpapan, Bitung, Ambon, Sorong dsb.
  2. Pelabuhan sungai, yaitu pelabuhan yang terletak di tepi sungai dan biasanya agak jauh ke pedalaman, misalnya pelabuhan Samarinda, Palembang, Jambi dsb.
BERDASARKAN KEGIATAN & KELENGKAPAN FASILITAS :
  1. Pelabuhan Internasional.
  2. Pelabuhan Regional.
  3. Pelabuhan Lokal.
BERDASARKAN VOLUME / KEGIATAN YANG DOMINAN :
  1. Pelabuhan Ekspor.
  2. Pelabuhan Impor.
  3. Pelabuhan Penyeberangan.Text Colour
MENURUT KEPENTINGANNYA :
  1. Pelabuhan Umum.
  2. Pelabuhan Khusus.

PERKEMBANGAN PELABUHAN

a. Pelabuhan Generasi Pertama :

Pelabuhan tradisional yang tidak mempergunakan alat-alat mekanis atau seluruh kegiatannya menggunakan tenaga manusia.

b. Pelabuhan Generasi Kedua :

Pelabuhan yang penyelenggaraan kegiatannya telah menggunakan alat-alat mekanis.

c. Pelabuhan Generasi Ketiga :

Pelabuhan dengan penggunaan dermaga sesuai kegiatan operasionalnya, misalnya untuk liquid cargo, bulk cargo dll.

d. Pelabuhan Generasi Keempat :

Pelabuhan yang telah menggunakan sistem komputerisasi.

FUNGSI UMUM PELABUHAN

a. LINK (mata rantai) :

Pelabuhan merupakan salah satu mata rantai proses transportasi dari tempat asal barang ke tempat tujuan.

b. INTERFACE (titik temu) :

Pelabuhan sebagai tempat pertemuan dua moda transportasi, misalnya transportasi laut dan transportasi darat.

c. GATEWAY (pintu gerbang) :

Pelabuhan sebagai pintu gerbang suatu negara, dimana setiap kapal yang berkunjung harus mematuhi peraturan dan prosedur yang berlaku di daerah dimana pelabuhan tersebut berada.

d. INDUSTRI ENTITY :

Pelabuhan memiliki peran penting atas perkembangan industri suatu negara / daerah yang umumnya berorientasi pada kegiatan ekspor.

PERANAN UMUM PELABUHAN

  1. Melayani kebutuhan perdagangan internasional (ekspor impor) dari daerah (hinterland) di mana pelabuhan tersebut berada.
  2. Membantu kelancaran perputaran roda perdagangan regional (antar pulau).
  3. Menampung pangsa pasar yang semakin meningkat dari lalulintas (traffic) internasional, baik transhipment maupun barang masuk.
  4. Mendorong pertumbuhan perekonomian daerah yang masih belum berkembang.
INSTANSI PEMERINTAH YANG MEMEGANG FUNGSI PELAKSANAAN KEGIATAN DI PELABUHAN UMUM :
  1. Instansi Perhubungan Laut / Syahbandar.
  2. Bea Cukai / Pabean.
  3. Imigrasi
  4. Karantina
  5. Kesehatan
Instansi Perhubungan Laut / Syahbandar

Menurut pasal 26 ayat 1,2 dan 3 Peraturan Pemerintah No. 70 tahun 1996, fungsi instansi ini adalah untuk keselamatan pelayaran, antara lain lalu lintas angkutan laut, keselamatan berlayar, pengawasan bongkar muat dan penyimpanan barang berbahaya, pencegahan dan penanggulangan pencemaran, keamanan dan ketertiban pelabuhan. Yang mana bertugas:
  1. Melaksanakan tertib bandar, tertib berlayar, mengeluarkan izin berlayar serta penegakan hukum perkapalan dan pelayaran.
  2. Mengurus perjanjian kerja laut dan melaksanakan perizinan awak kapal.
  3. Melaksanakan pengusutan kecelakaan dan bencana alat.
  4. Melaksanakan pendaftaran dan balik nama kapal serta memberi surat kebangsaan kapal.
  5. Melaksanakan penilikan keselamatan kapal, pengukuran kapal dan kegiatan jasa maritim.
Bea Cukai / Pabean

Menurut Keputusan Menteri Keuangan No. 131/KMK.05/ 1997 tanggal 31 Maret 1997 jo Undang-undang No 10 tahun 1995, pabean berwenang melakukan pengawasan terhadap lalu lintas barang yang keluar masuk wilayah pabean Indonesia termasuk barang-barang terlarang, obat-obatan berbahaya atau narkoba serta memungut bea terhadap barang yang menurut aturannya dikenakan bea yang betugas:
  1. Melakukan pencegahan masuknya barang-barang dari luar negeri tanpa didasari dokumen-dokumen resmi.
  2. Mengawasi langsung lalu lintas barang-barang ekspor dan impor.
  3. Menindak pelaksanaan kegiatan dalam hal barang barang ekspor atau impor yang tidak dilengkapi dokumen-dokumen resmi.
  4. Menarik bea masuk dan keluar untuk barang ekspor dan impor.
  5. Melakukan tindakan sesuai hukum terhadap pembawa barang-barang terlarang yang masuk ke wilayah negara Indonesia.
Imigrasi

Fungsi instansi Imigrasi adalah melaksanakan pengawasan lalu lintas orang yang keluar masuk wilayah negara dengan atau tanpa visa dan berwenang untuk memeriksa paspor setiap orang yang keluar masuk wilayah negara. Yang memiliki tugas sebagai berikut:
  1. Perumusan kebijakan teknis, pemberian bimbingan, pembinaan dan pemberian perizinan di bidang keimigrasian.
  2. Pelaksanaan keimigrasian sesuai dengan tugas pokok yaitu sebagai aparatur security dan penegak hukum.
  3. Pengamanan teknis atas pelaksanaan tugas pokok Direktorat Jenderal.
Karantina

Fungsi Instansi Karantina adalah untuk mengkarantina penyakit menular bagi hewan maupun tumbuhan. Karantina berwenang memeriksa setiap hewan dan tumbuhan yang masuk wilayah Indonesia dan dapat menahan untuk mengkarantina bila diketahui terdapat gejala penyakit menular. Karantina bertugas :
  1. Upaya perlindungan tanaman dan hewan dalam negeri dari ancaman organisme pengganggu dari luar negeri.
  2. Sebagai tindakan pengawasan dan pengamatan lebih lanjut terhadap tumbuhan, hewan dan bagian-bagiannya.
  3. Kegiatan yang berhubungan dengan tindakan pencegahan terhadap meluasnya penyakit tumbuhan dan hewan ke wilayah negara.
  4. Merupakan kegiatan yang bersifat pelayanan sesuai persyaratan tujuan apabila diminta.
Kesehatan

Instansi Kesehatan berfungsi untuk memeriksa penyakit manusia yang memasuki pelabuhan dan berwenang memeriksa setiap manusia yang masuk wilayah Indonesia serta dapat menahan apabila terbukti mengidap penyakit. Kesehatan bertugas :
  1. Memeriksa kelengkapan dokumen kapal dalam hal kesehatan dari awak kapal.
  2. Melakukan penahanan terhadap awak kapal yang terbukti mengidap penyakit.
  3. Mencegah masuknya penyakit manusia yang berasal dari luar negeri ke wilayah negara Indonesia.
  4. Pemeriksaan merupakan kegiatan rutin yang harus dilakukan terhadaap awak kapal yang berasal dari luar negeri.