BUKU TAMU -------Klik Dibawah ini

cbox

I made this widget at MyFlashFetish.com.

Perairan Paling Rawan Perompak Di Dunia

Selasa, 26 April 2011



Pada akhir 2008, perhatian dunia tertuju kepada perairan yang terletak di dekat Semenanjung Afrika ini. Salah satu kapal super tanker minyak terbesar di dunia milik Arab Saudi yang sedang mengangkut dua juta barel minyak mentah dibajak oleh para perompak dari Somalia.

Peristiwa itu tercatat sebagai perompakan atas kapal laut terbesar yang pernah terjadi di dunia. Kapal bernama Sirius Star itu diestimasi berharga US$150 juta dengan taksiran muatan minyak senilai US$100 juta.

Para perompak Somalia tidak hanya tertarik pada kapal kargo. Sebuah kapal yacht berbendera Perancis bernama Carre D’as IV pernah dibajak oleh perompak Somalia.

Nigeria



Kapal kontainer asal Denmark bernama Claes Maersk dibajak oleh perompak ketika sedang bersandar di dermaga. Para perompak menggunakan speedboat untuk mencapai kapal. Laporan mengenai perompakan ini tidak pernah ditanggapi oleh pihak pemerintah Nigeria.

Hingga September 2008, terdapat 24 kali serangan di perairan Nigeria, atau lebih dari dua kali dalam sebulan. Nigeria menempati urutan kedua setelah Teluk Aden sebagai wilayah dengan perairan paling rawan di dunia.

Indonesia



Dengan status sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia yang terdiri dari sekitar 17.000 pulau besar dan kecil tentu menjadi lokasi yang amat potensial untuk melakukan perompakan. Minimnya tingkat keamanan di laut menjadikan perompak leluasa untuk beraksi.

Pada April 2008, kapal pengiriman besar milik Norwegia, Spar Cetus, dibajak oleh dua belas perompak asal Indonesia. Sempat terjadi pertempuran kecil antara para perompak dan awak kapal yang pada akhirnya dimenangkan oleh pihak perompak.

Hingga September 2009, terdapat 23 serangan perompakan yang terjadi di perairan Indonesia, atau lebih dari dua serangan tiap bulan. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai wilayah dengan perairan paling rawan ketiga di dunia setelah Teluk Aden dan Nigeria.

0 comments

Poskan Komentar